Recana Majalengka Bangun Kereta Api Cepat Bawah Tanah

Ilustrasi Kereta Api Bawah Tanah (sumber:google.com)

Benarkan Majalengka akan membuat jalur Kereta Api cepat bawah tanah?

Rencana dibangunnya kereta api cepat bawah tanah di Kabupaten Majalengka untuk mendukung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) agar tidak terjadi kemacetan. Ini dia informasi yang dikutif dari situsnya ahmadheryawan.com

MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka berencana membangun jalur Kereta Api (KA) cepat bawah tanah. Jalur ini untuk mendukung megaproyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati. Hal tersebut diungkapkan Bupati Majalengka, Sutrisno, kemarin. Sutrisno menjelaskan, kereta cepat bawah tanah yang akan dibangun di Kecamatan Kertajati ini akan melayani penumpang jurusan Bandung dan Jakarta. Dengan adanya rencana tersebut, kata dia, diharapkan dapat meminimalisir kemacaten yang selama ini sering terjadi. "Sebagaimana informasi dari kepala Bakorwil, pembangunan stasiun KA cepat bawah tanah itu dalam jangka pendek. Kepala Bakorwil menyebutkan ini agenda 10 tahun ke depan," kata Sutrisno, kemarin. Rencana pembangunan KA cepat bawah tanah, jelas Sutrisno, bertujuan untuk menunjang keberadaan BIJB. "Dalam rangka mengatasi persoalan lalu-lintas, tidak ada jalan lain, yakni dengan KA bawah tanah. Targetnya di Kertajati. Dan ini untuk menunjang Bandara Internasional Jawa barat (BIJB), biar tidak macet," papar dia. Terkait proses pembangunan BIJB, Ketua Tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Majalengka, Ade Rahmat Ali menjelaskan pada 2012 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat direncanan melakukan pembebasan lahan seluas 200 hektare. Anggaran pembebasan lahan tersebut, kata dia, nantinya berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) murni dan APBD perubahan Provinsi Jawa Barat. Dijelaskan dia, selama 2011, lahan yang sudah dibebaskan luasnya mencapai 630 hektare, masih jauh dari jumlah lahan yang dibutuhkan seluruhnya untuk pembangunan bandara yakni, sekitar 1.800 hektare. "Untuk tahun 2012 ini, alokasi anggaran dari APBD murni provinsi sebesar Rp70 miliar. Dengan alokasi anggaran sebesar itu, kemungkinan sekitar 100 hektare lahan akan kembali dibebaskan," katanya. Selain itu, kata dia, anggaran pembebasan lahan milik warga juga nantinya berasal dari APBD Perubahan Provinsi. "Mudah-mudahan tahun 2012 ini bisa terealisasi pembebasan lahan seluas 200 hektare yang berasal dari APBD Provinsi murni dan tambahan," lanjut dia. (inin nastain)

Ya, bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini
Reaksi: 

Related

Objek Wisata 2417236239522329893

Posting Komentar

Layanan komentar untuk blog orangmajalengka. Silakan tulis komentar Anda di bawah

emo-but-icon

Follow Us

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item