Pramuka dan nama Robert Baden Powell



Mendengar nama Baden Powell tentu arah pikiran kita menuju kepada Pramuka. Lalu siapa Badan Powel itu? apa hubungan antara pramuka dengan nama tersebut?
Tanggal 22 Februari 1857 lahirlah seorang bayi dari pasangan suami istri Domine H.G. Baden Powell dan W.T. Smith di London Inggris yang diberi nama baden Powell. Belum lagi bayi itu genap berumur lima tahun, ayahnya meninggal. Sering kali keluarga itu engalami kesukaran-kesukaran, tetapi berkat cinta kasih seorang ibu kepada anaknya dan cinta kasih anak-anak terhadap ibunya, segala kesulitan  dapat  diatasi.  Jiwa  dan  watak  Baden  Powell terbentuk   oleh   tangan   lembut   ibunya   dan   tempaan pangalaman petualangan dengan saudara laki-lakinya.

Tahun 1870 Baden Poweel masuk Charterhouse School di London dengan bea siswa. Ia bukan pelajar yang luar biasa, tetapi ia adalah seorang yang giat. Ia selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap kesempatan karena bakatnya yang luar biasa  dalam  bidang  sandiwara,  mengarang,  menggambar,  musik  dan  olah  raga khususnya sepakbola. Bahkan ia menjadi kiper andalan sekolahnya. Baden Powell selalu gembira dan lucu sehingga disenangi teman-temannya. Setamatnya dari Charterhouse Baden Powell melanjutkan pendidikannya pada

Baca:
Pengenalan Pramuka dan Sejarahnya

akademi militer di Sandhurst. Ia berpendapat bahwa menjadi militer merupakan jembatan untuk dapat mengelilingi dunia. Dan ini memang menjadi kenyataan setelah ia banyak ditugaskan  ke garis depan tentara Inggris baik di India (sebagai pembantu letnan), di Afganistan, di Afrika Selatan maupun di tempat yang lainnya. Berkat kemampuannya dia mendapat simpati dan penghargaan, baik dari kawan maupun lawannya. Salah satu julukan Baden Powell adalah IMPESSA atau serigala yang tak pernah tidur.

Pengalaman  tempur  yang  sangat  menggemparkan  terjadi  di  Mafeking  di tengah benua Afrika yang masih ganas. Ketika perselisihan memuncak dia dikirimkan kesana  untuk  membebaskan  rekannya  yang  terkepung.  Pasukan  Baden  Powell berhasil masuk dengan menerobos. Namun yang terjadi justru mereka terkepung sehingga tak ada jalan untuk memberikan subsidi makanan bagi mereka. Dengan kemampuannya dan jiwanya yang besar Baden Powell banyak memberi bantuan baik lewat kata-kata penghiburnya, pembawaanya yang selalu senang, ataupun lewat kemampuannya  mempertahankan  hidup  di  dalam  pengepungan  itu.  Dan  ketika

Mafeking telah dapat direbut, terjadilah perayaan yang begitu menggemparkan negri Inggris.  Nama  Baden  Powell  pun  menjadi  harum.  Dia  telah  menjadi  Pahlawan negrinya

Sepulang dari negri Afrika, ia mengarang sebuah buku untuk tuntunan para tentara yang diberi judul AIDS TO SCOUTING atau pedoman untuk memandu. Buku ini kemudian menjadi buku bacaan di sekolah-sekolah laki-laki. Berhasilnya buku ini menumbuhkan   kesadarannya   tentang   pentingnya   sebuah   buku   yang   khusus diperuntukkan bagi anak-anak. Setelah tahun 1907 ia mengadakan perkemahan pandu yang pertama, pada tahun 1908 dia mengarang buku Scouting For Boys secara berkala tiga bulanan. Buku ini pun kemudian menyebar ke seluruh pelosok tidak saja di Inggris tetapi juga diluar Inggris.

Setelah kepanduan berkembang dengan pesat di dunia, dia menyadari bahwa sangat tepat jika dia mengkhususkan diri dalam bidang kepanduan. Oleh sebab itu dia meletakkan jabatannya sebagai tentara dengan pangkat terakhir letnan jendral dan ia memasuki kehidupannya yang kedua seperti yang ia sebutkan. Pada tahun 1912 ia mengadakan perjalanan keliling dunia menemui pandu di seluruh dunia, dan pada tahun 1924 diadakan jambore pandu sedunia  yang pertama di Denmark. Pada acara malam terakhir pertemuan itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu se-Dunia.

Anda Perlu Membaca:
Arti Pramuka, Kepramukaan, dan Gerakan Pramuka


Setelah mencapai usia 80 tahun kesehatannya mulai menurun. Ia rindu akan Afrika. Kemudian ia mengajak istrinya ke Kenya Afrika untuk bertempat tinggal di sana. Disanalah Baden Powell mengakhiri hidupnya yaitu pada tanggal 8 Januari 1941 sebulan lebih sedikit sebelum ulang tahunnya yang ke-84. Memang kerinduannya akan Afrika lagi sangat besar. “Sebelum aku mati, aku ingin melihat Afrika lagi”, kata Baden Powell. Istrinya, Olave St. Clair Soames menjawab, “Aku akan membawamu ke sana”. Ia  telah meninggal dengan penuh damai dalam hatinya. Tubuhnya terbaring di tengah kicau burung yang meloncat dari dahan ke dahan, seakan-akan mengucapkan selamat jalan pada Baden Powell. Ia kini telah tiada tetapi benih kepanduan yang ditaburkannya telah tersebar ke seluruh pelosok dunia.

PESAN BADEN POWELL
Pandu - pandu yang tercinta, *)
Jika   kalian   pernah   melihat   sandiwara     “Peter  Pan”,  maka  kalian  akan
mengetahui  apa sebabnya  para  perompak laut selalu meninggalkan surat wasiat sebelum dia meninggal. Ini disebabkan karena mereka takut tak sempat mengeluarkan isi hatinya jika saat menutup mata tiba. Demikian pulalah aku. Walau waktu ini aku belum meninggal, namun hal itu pada suatu saat akan tiba juga bagiku. Oleh karena itu, aku ingin menyampaikan pesan sekedar kata perpisahan untuk minta diri. Ingatlah ini, merupakan pesanku yang terakhir. Oleh karena itu aku ingin kalian merenungkannya.
Hidupku  sangat  berbahagia,  mudah - mudahan  kalian  juga  merasakan kebahagian itu dalam hidupmu. Saya yakin, Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang indah ini untuk hidup bergembira dan berbahagia. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari pangkat yang mnguntungkan atau   dari   kesenangan   pribadi.   Jalan   kearah   hidup   berbahagia   ialah menjadikan dirimu lahir dan batin selalu sehat dan kuat ketika masih kanak -kanak, sehingga kalian dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup jika nanti telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam dirimu, bahwa betapa banyaknya keindahan dan keajaiban yang telah diciptakan Tuhan untuk kita nikmati. Oleh karena itu lebih baik kita mencari kebagusannya dari pada kejelekannya. Jalan ke arah bahagia adalah membahagiakan orang lain. Usahakanlah andaikata kalian meninggalkan dunia ini, dalam keadaan lebih bagus dari waktu kalian masih hidup.

Dan bila tiba giliran kalian untuk meninggalkan dunia ini, maka kalian akan meninggalkannya  dengan  rasa  puas;  karena  kalian  tidak  menyia-nyiakan
dirimu, tetapi telah mempergunakannya sebaik - baiknya. Bersiaplah untuk hidup dan mati dengan bahagia. Resapkanlah hal itu dalam “Janji Pandu”,
meskipun saat nanti kalian bukanlah anak - anak lagi,- dan Tuhan akan melimpahkan pertolongan kepada kalian dalam setiap usaha

Oke, dengan membaca artikel ini mudah-mudahan adik-adik pramuka Indonesia mengetahuinya ya siapa Robert Badan Powell dan hubungannya dengan Pramuka. Semoga bermanfat.
Reaksi: 

Related

Materi Pramuka 267824947765403430

Posting Komentar

Layanan komentar untuk blog orangmajalengka. Silakan tulis komentar Anda di bawah

emo-but-icon

Follow Us

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item