Contoh Pemetaan Standar Isi

Yatna Supriyatna | 22.12 | 0 komentar


Pemetaan Standar Isi
Berikut adalah contoh Pemetaan Standar Isi untuk mata pelajaran Biologi SMA Kelas XI semester 1 dan 2. Mudah-mudahan bisa membantu dalam pembuatan perangkat pembelajaran SMA



PEMETAAN STANDAR ISI    SK-KD   /    ANALISIS SK-KD
                                                          

Mata Pelajaran            : BIOLOGI
Kelas / Semester          : XI / 1 dan 2

SK
KD
Tahap
Berfikir
INDIKATOR
Tahap
Berfikir
MATERI
POKOK
RUANG
LINGKUP
ALW
1.    Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan    

1.1.  Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan
C-2
·       Menjelaskan komponen kimia sel.
·       Menjelaskan  hubungan komponen kimia sel dengan fungsi fisiologisnya.
·       Membedakanstruktur sel hewan dan sel tumbuhan dari hasil  pengamatan.
·       Merinci bagian-bagian sel berdasarkan gambar literatur/penelusuran CD interaktif/internet.
·       Menjelaskan hubungan antara struktur bagian-bagian penyusun sel dengan fungsinya
·       Membuat karya model sel.
C-1


C-1



C-2



C-2





C-2



P-2

o Komponen Kimiawi Sel
Sel tersusun atas protoplasma yang mengandung bahan organik dan anorganik. Struktur kimia organik antara lain  tersusun atas karbohidrat, lemak dan protein.
o Struktur sel dan fungsinya.
Sel sebagai unit terkecil makhluk hidup secara struktural dan fungsional. Sel terdiri dari membran plasma, sitoplasma, nukleus dan organel-organel yang masing-masing mempunyai fungsi khusus.

2x45












1.2.  Mengidentifikasi organel sel tumbuhan dan hewan.











C-2





Menjelaskan perbedaan  sel hewan dan sel tumbuhan.

Menjelaskan organel organel yang dimiliki masing-masing sel tumbuhan dan hewan .

Menjelaskan fungsi masing-masing organel yang dimilki sel hewan dan sel tumbuhan.

Membuat model sel hewan /tumbuhan dengan bagian-bagian dan fungsinya.







C-1



C-2




C-2





P-2
o   
o   
o   
o   
o   
o  Perbedaan sel hewan dan tumbuhan.
o  Organel sel hewan dan tumbuhan.
Sel tumbuhan dan hewan (retikulum endoplasma, badan golgi, mitochondria, ribosom, lisosom, kloroplast, sentriol, nukleus dan nukleolus)







2x45

1.3. Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif, endositosis, dan eksositosis).
C-3
·       Menjelaskan  proses terjadinya difusi dan osmosis
·       Membedakan konsep difusi dan osmosis.

·       Menghitung nilai konsentrasi dari dua sistem larutan
·       Mejelaskan mekanisme trasport aktif
·       Memberikan contoh-contoh transport aktif yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup
·       Membedakan mekanisme endositosis dengan eksositosis
·       Memberikan contoh adanya mekanisme endositosis dan eksositosis dalam kehidupan mahluk hidup
·       Menjelaskan hubungan perlakuan dengan dampak yang ditimbulkan dari pengawetan bahan makanan



C-1



C-2


C-3


C-2


C-2




C-2



C-2





C-2







o  Difusi
Perpindahan zat (cair atau padat) dari larutan berkadar tinggi ke larutan berkadar rendah tanpa bantuan energi.
o  Osmosis.
Perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang berkadar rendah ke larutan yang berkadar tinggi melalui membran semipermiabel tanpa bantuan energi.
o  Transpor aktif.
Transpor yang memerlukan energi untuk keluar dan masuknya ion atau molekul zat melalui membran plasma.
o   Endositosis/
eksositosis
Peristiwa memasukkan atau mengeluarkan zat padat atau tetes cairan melalui membran.
o  Penerapan konsep transpor melalui membran.
Salah satu pemanfaatan konsep dilakukan untuk pengawetan makanan, seperti pembuatan manisan, ikan asin dll.

6X45
2.        Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks salingtemas.

2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan.
C-3
·       Menggambarkan berbagai macam struktur (bentuk) sel penyusun jaringan pada tumbuhan dari hasil pengamatan.
·       Mengidentifikasi macam-macam jaringan berdasarkan bentuk dan lokasinya.
·       Menjelaskan perbedaan dari masing-masing jaringan penyusun organ tumbuhan
·       Menjelaskan fungsi berbagai macam  jaringan yang menyusun  tumbuhan.
·       Membuat rencana kerja penelitian totipotensi pada tumbuhan
·       Menjelaskan sifat totipotensi pada tumbuhan
·       Menunjukkan hasil penelitian tentang totipotensi pada tumbuhan
·       Mampu mengembangkan pengalaman penelitian dalam membuka lapangan usaha

C-2






C-2



C-2





C-2







C-2



C-3



C-3


o  Struktur jaringan tumbuhan.
Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem, epidermis, klorenkim, parenkim, sklerenkim, kolenkim dan xilem, floem.
o Fungsi masing-masing jaringan.
Fungsi jaringan berbeda-beda sesuai letak, posisi, usia, pengaruh faktor luar.
o Sifat Totipotensi.
Sifat totipotensi pada jaringan tanaman dimanfaatkan untuk memperoleh anakan seragam dalam jumlah besar dan cepat melalui kultur jaringan.

4X45
2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan hewan vertebrata dan mengkaitkannya dengan fungsinya.




C-3





·       Menggambarkan berbagai macam  jaringan berdasarkan hasil pengamatan.
·       Menjelaskan macam jaringan pada hewan secara struktur dan penyebarannya
·       Menjelaskan  fungsi masing-masing jaringan hewan.
·       Menjelaskan hubungan antara struktur, penyebaran, dan fungsi masing-masing jaringan pada hewan
·       Menjelaskan ciri-ciri tumor / kanker
·       Menunjukkan macam-macam kanker / tumor  yang dapat terjadi pada manusia.
·       Menjelaskan faktor penyebab terjadinya tumor/kanker
·       Memberikan pendapat tentang kiat pencegahan penyakit tumor / kanker
·       Menjelaskan tentang mekanisme transplantasi jaringan dan organ
C-3




C-2



C-2


C-2





C-2

C-4



C-4



C-4



C-4


o  Struktur jaringan hewan.
Jaringan hewan meliputi jaringan epitel, otot, tulang, saraf, dan  jaringan ikat.
o Fungsi jaringan hewan vertebrata.
Masing-masing jaringan memiliki fungsi  yang berbeda ditentukan oleh letak/posisi, usia, faktor luar
o Tumor/kanker.
Jaringan dapat tumbuh tak terkendali yang disebabkan adanya faktor pencetus, yang mengganggu kegiatan metabolisme.


6X45
3.       Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

3.1.   Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak  pada manusia
C-3
·       Menggambarkan struktur tulang dan otot sebagai alat gerak
·       Mengidentifikasi struktur tulang, sendi, dan otot sebagai alat  gerak
·       Menjelaskan fungsi tulang dan otot sebagai alat gerak
·       Menjelaskan komposisi kimia tulang
·       Menjelaskan mekanisme gerak pada otot.
·       Membedakan pola gerak antara gerak biasa dengan gerak refleks
·       Menerangkan terjadinya kelelahan pada otot
·       Menjelaskan hubungan kelainan/gangguan pada sistem gerak dengan faktor penyebabnya
·       Menjelaskan dampak dari kelainan terhadap gangguan fungsi gerak
·       Menjelaskan cara menghindari penyakit pada sistem gerak.
·       Membuat laporan hasil studi pemanfaatan teknologi pada kerusakan sistem gerak.
C-2



C-2



C-2



C-2

C-2



C-2


C-2


C-2





C-2



C-3


C-7
o  Struktur dan fungsi tulang, otot dan sendi pada manusia
Rangka manusia digerakkan oleh otot yang melekat pada tulang, yang berhubungan melalui perse
o Proses gerak
Mekanisme gerak dilakukan oleh serabut oot melalui gerakan filamin aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
o  Kelainan/penyakit pada sistem gerak
Beberapa gangguan pada sistem gerak, seperti fraktura, artritis, osteoartritis, skoliosis, hipertrofi, dll.
o  Teknologi rehabilitasi pada kelainan/
kerusakan sistem gerak.
Perbaikan melalui ortopedi, penyambungan tulang menggunakan pen dll.

4X45
3.2.    Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang  dapat terjadi pada sistem peredaran darah
C-3
·       Menggambarkan sel-sel darah.
·       Menjelaskan fungsi darah (plasma darah dan sel-sel darah)
·       Menentukan golongan darahnya sendiri.
·       Menjelaskan prinsip dasar penggolongan darah.
·       Menjelaskan dasar-dasar transfusi darah.
·       Menjelaskan hubungan suatu wilayah dengan kadar hemoglobine darah
·       Menggambarkan alat peredaran darah
·       Menjelaskan struktur dan fungsi  alat-alat peredaran darah.
·       Membedakan antara pembuluh darah vena dan arteri.
·       Menjelaskan arah mengalirnya darah dalam tubuh
·       Membedakan peredaran darah kecil dan besar
·       Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi aliran darah
·       Menjelaskan sistem peredaran getah bening
·       Menjelaskan sistem mengalirnya darah pada janin yang dikandung seorang ibu
·       Menjelaskan  berbagai kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah.
·       Menjelaskan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah.
·       Menjelaskan upaya menghindari/rehabilitasi kelainan/penyakit pada sistem peredaran darah.
·       Menjelaskan langkah-langkah penggantian cairan darah pada penderita erythroblastosis fetalis, dan cuci darah pada kasus gagal ginjal
·       Menjelaskan perbedaan sistem peredaran darah pada hewan
C-2

C-2



C-3

C-3



C-3

C-4



C-1




C-1



C-3
o Struktur dan fungsi darah
Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah,
o Struktur alat peredaran darah
Struktur  alat peredaran darah meliputi jantung dan pembuluh darah (arteri dan vena).
o Proses peredaran darah manusia
Peredaran darah manusia berlangsung dengan sistem tertutup melalui pembuluh darah.
 Kelainan/penyakit  pada sistem peredaran darah
Beberapa kelainan/penyakit seperti anemia, leukimia, penyakit jantung, thalasemia, arterosklerosis, kolesterol, diabetes.
o Teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah
Penggunaan alat pacu jantung, penghambat pembekuan darah pada proses transfusi dapat memperpanjang usia hidup manusia.
o Peredaran darah hewan
Cacing, belalang, ikan, katak, reptil dan burung berbeda dengan manusia.




4X45
4.Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

4.1.   Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan /penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia)
C-3
·       Mengidentifikasi asupan nilai gizi  makanan siswa  setiap hari selama 3 hari.
·       Menjelaskan  kemungkinan yang terjadi apabila kekurangan/kelebihan asupan salah satu zat makanan.
·       Menjelaskan cara menguji kandungan zat makanan berupa protein, lemak, glukosa, amilum.
·       Mengidentifikasi jenis zat aditif yang banyak digunakan dalam bahan makanan
·       Menjelaskan dampak penggunaan zat aditif pada bahan makanan
·       Menjelaskan struktur dan fungsi alat pencerrnanan makanan manusia.
·       Menjelaskan mekanaisme proses mencernakan  makanan, seperti karbohirat, lemak, protein.
·       Membuat tabel alat/kelenjar, fungsi dan perubahan makanan.
·       Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses hewan ruminansia.
·       Membedakan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia.
·       Menjelaskan macam-macam  penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia.
·       Menjelaskan langkah-langkah  menghindari/merehabilitasi penyakit/gangguan sistem pencernaan.
C-2


C-3



C-3




C-2


C-2


P-2


C-1



C-2
o Makanan
Zat makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.
o Sistem pencernaan makanan manusia
Sistem pencernaan mencakup struktur, fungsi dan proses pencernanan makanan. Alat pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kelenjar seperti kelenjar ludah, hati, kelenjar lambung, pankreas, kelenjar usus memiliki fungsi khusus.
o  Pencernaan hewan ruminansia.
Pencernaan makanan hewan ruminansia memiliki kekhususan karena adanya perbedaan struktur.
o  Penyakit/gangguan sistem pencernaan.
Gangguan pencernaan antara lain sembelit, tukak lambung dll.

4X45
4.2.   Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernafasan pada manusia dan hewan (misalnya burung).
C-5
·       Menjelaskan struktur dan fungsi alat-alat pernafasan pada manusia.
·       Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.
·       Membedakan pernafasan dada dan pernafasan perut.
·       Menjelaskan proses mekanisme pertukaran Oksigen dan Karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah atau sebaliknya.
·       Menghitung kebutuhan oksigen pernafasan
·       Mengidentifikasi alat-lat pernafasan  dan proses pernapasan burung.
·       Menjelaskan mekanisme pernafasan pada burung
·       Membedakan pernafasan manusia dan burung.
·       Menjelaskan kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan.
·       Mengenali cara-cara pencegahan/menghindari penyakit pada sistem pernafasan.
·       Mendata pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk membantu bernafas.
C-3


C-4


C-1


C-1

C-2



C5


C-3


C-4
o  Struktur dan fungsi alat-alat pernafasan.
Alat pernafasan masusia berupa paru-paru (bronkus, bronkeolus, bonkeololus) yang membangun sistem yang khas.
o  Mekanisme Pernapasan pada manusia
Pernafasan dilakukan secara inspirasi dan ekspirasi  yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara pada rongga dada.
o Pernafasan  hewan.
Pernafasan pada hewan bervariasi, misalnya dengan paru-paru, insang, kulit, dan trakea.
o Kelainan dan penyakit yang terjadi.
Beberapa penyakit/kelainan antara lain faringitis, tonsilitis, diferti, emfisema dll.

2X45
4.3.   Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya ikan dan serangga).
C-4
·       Mengidentifikasi struktur dan fungsi  alat-alat ekskresi pada manusia
·       Menjelaskan proses ekskresi, seperti keringat, urine, bilirubin dan biliverdin, CO2 dan H2O (uap air).
·       Menjelaskan hasil  uji kandungan zat dalam urine.
·       Membedakan struktur alat ekskresi ikan, cacing dan belalang (ginjal).
·       Membedakan alat ekskresi hewan dan manusia.
·       Mengidentifikasi proses eksresi pada ikan, cacing dan belalang.
·       Menjelaskan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi.
·       Menghimpun gambar penggunaan teknologi yang membantu sistem ekskresi.

C-1


C-3


C-2


C-2


C-1


C-4
o  Struktur dan fungsi alat-alat ekskresi manusia.
Alat ekskresi pada manusia antara lain paru-paru, kulit, ginjal, hati, yang mengekskresikan hasil metabolisme.
o  Proses ekskresi pada manusia.
Ekskresi sisa-sisa metabolisme melalui paru-paru, hati, ginjal dan kulit menunjukkan mekanisme yang berbeda.
o Ekskresi pada  hewan.
Hewan mengekskresikan sisa metabolismenya menggunakan alat seperti kulit, ginjal, sel api, nefridia, dll.
o Kelainan dan penyakit yang terjadi.
Gangguan pada sistem ekskresi, antara lain albuminaria, nefritis, polyuria dll.

4X45
4.4. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelaian/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (syaraf, endokrin, dan penginderaan).
C-5
·       Membuat charta struktur dan funsi susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera.
·       Menjelaskan struktur dan fungsi  (susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera).
·       Menjelaskan proses bekerjanya susunan syaraf, endokrin dan alat-alat indera.
·       Menjelaskan keterkaitan fungsi susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera,seperti pada pertumbuhan dan perkembangan, proses mendengar, melihat, mengecap, meraba, mencium.
·       Menjelaskan kepekaan dan fungsi alat indra 
·       Mengenali berbagai gangguan / penyakit/ kelainan dan penyebabnya yang berkaiktan dengan susunan syaraf, endokrin, dan alat-alat indera.
·       Menjelaskan cara mencegah/menghindari gangguan/penyakit yang terjadi pada susunan syaraf, endokrin danalat-alat indera.
·       Mengkomunikasikan dampak pengaruh narkoba terhadap susunan syaraf/alat-alat indera.
C-3

C-2

C-1


C-5

o  Struktur dan fungsi sistem regulasi (syaraf, endokrin dan indera).
Sistem saraf meliputi saraf pusat dan susunan syaraf tepi. Hormon mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Alat indera sebagai reseptor rangsang dari luar dilakukan oleh mata, telinga, lidah, hidung dan kulit.
o  Proses regulasi (syaraf, endokrin, indera).
Proses regulasi bekerja sesuai dengan rangsangan dan koordinasi yang mantap.
o Kelainan/penyakit yang terjadi (syaraf, endokrin, indera).
Beberapa gangguan sistem regulasi, antara lain hipertiroidime, kretinisme,  mabuk, gangguan kesadaran, mata rabun dsb.

2X45
4.5.   Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi pem-bentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI, serta kelainan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

·       Mengidentifikasi struktur dan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan wanita.
·       Refleksi diri terhadap nilai-nilai moral dan agama dengan makin matangnya sistem reproduksi.
·       Menjelaskan proses pembentukan sperma dan sel telur.
·       Mengurutkan tahapan spermatogenesis dan oogenesis.
·       Membuat charta/model spermatogenesisi dan oogenesis.
·       Menjelaskan kualitas semen (sperma)
·       Menguraikan proses ovulasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
·       Menjelaskan proses menstruasi.
·       Pemahaman diri akan peristiwa menstruasi.
·       Mendeskripsikan alat kontrasepsi pada pria dan wanita
·       Mengidentifikasi proses fertilisasi, gestasi dan persalinan
·       Menjelaskan alasan pentingnya ASI bagi bayi.
·       Menjelaskan penyebab terjadinya kelainan/penyakit  yang terkait  sistem reproduksi.
·       Menjelaskan cara mencegah/merehabilitasi gangguan/penyakit berkaitan dengan sistem reproduksi.



o Struktur dan fungsi alat-alat reproduksi        pada laki-laki dan wanita.
Sistem reproduksi manusia  baik laki-laki ataupun wanita ada yang terdapat dalam rongga tubuh sehingga tidak tampak dan ada yang tampak dari luar tubuh.
o  Proses pembentukan sel kelamin
Proses pembentukan kelamin meliputi pembentukan sperma dan sel telur.
o  Ovulasi
Proses pelapasan sel telur yang sudah matang dari ovarium ke tuba fallopi untuk dibuahi.
o  Menstruasi.
Wanita mengalami masa menstruasi setiap kurun 28 hari setiap bulan.  Mentruasi merupakan salah satu kekhasan makhluk hidup golongan primata.
o  Fertilisasi, gestasi dan persalinan
o  ASI.
ASI memiliki bahan nutrisi yang amat penting bagi bayi, terutama setelah proses kelahiran.
o Kelainan/penyakit yang terjadi.
Beberapa penyakit/gangguan  sistem reproduksi , antara lain keputihan, kanker rahim, mandul dsb.


4.6.  Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.

·       Membedakan antigen dan antibodi.
·       Menjelaskan fungsi antigen dan antibodi pada  mekanisme pertahanan tubuh.
·       Menjelaskan proses mekanisme  pertahanan tubuh terhadap benda asing.
·       Menjelaskan  akibat yang terjadi bila pertahanan tubuh lemah.

o  Antigen dan antibodi.
Antigen, benda asing yang masuk dalam tubuh perlu dikenali dan dihancurkan. Antibodi, zat anti yang dihasilkan tubuh untuk melawan benda asing tertentu.
o  Mekanisme pertahanan tubuh.
Kekebalan tubuh dapat terjadi autoimunitas, heteroimunitas dan isoimunitas.




 

Category:

Blog orang Majalengka:
Berbagi Informasi online dari blogger orang Majalengka disertai dengan informasi tips dan trik yang bisa disajikan di sini

0 komentar

Layanan komentar untuk blog orangmajalengka. Silakan tulis komentar Anda di bawah