Pengajaran Ditinjau Dari Aspek Proses


Keberhasilan Belajar ditinjau Dari Proses
Apakah Pengajaran atau kegiatan belajar di sekolah berhasil? APakah guru surah melaksanakan tugasnya sebagai guru? Apakah siswa sudah bisa dikatakan siswa yang berhasil?. Mari kita kembali kepada diri kita untuk mengukur seberapa keberhasilan belajar mengajar di sekolah


Untuk mengukur keberhasilan pengajaran dari sudut prosesnya dapat dikaji melalui beberapa persoalan berikut ini :
a.   Apakah pengajaran direncanakan dan dipersiapkan terlebih dahulu oleh guru dan kalau bisa melibatkan siswa secara sistematis ataukah suatu proses yang bersifat otomatis dari guru disebabkan guru telah merasa menjadi pekerjaan rutin ?
Dengan persoalan ini, menunjukkan bahwa pengajaran yang baik atau berhasil apabila kegiatan pengajaran itu betul-betul dipersiapkan serta direncanakan oleh guru, terlebih lagi dengan melibatkan siswa secara sistematis, sehingga proses pengajaran itu bukanlah semta-mata kegiatan rutin bagi seorang guru melainkan sutau dinamika menuju tercapainya tujuan pengajaran itu sendiri, mengimbangi laju perkembangan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
b.   Apakah kegiatan murid belajar dimotivasi guru sehingga ia melakukan kegiatan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan dan tanpa paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan, kemampuan serta sikap yang dikehendaki dari pengajaran itu sendiri ?
Hal ini berarti bahwa murid belajar haruslah merupakan suatu kebutuhan dirinya, bukan sekedar memenuhi kehadiran di dalam kelas semata. Murid harus belajar dengan niat dan tekad yang kuat untuk belajr, baik secara terbimbing maupun mandiri. Hal ini mengingat bahwa ilmu pengetahuan itu bermanfaat luas, tidak hanya bersumber pada apa yang terdapat (dipahami) guru semata. Dengan motivasi belajar yang kuat proses belajar bagi seorang murid akan semakin luas dan tidak membatasi diri pada apa yang ada, melainkan ia akan berusaha mendapatkan dari berbagai sumber dengan niat dan tekad yang kuat dalam belajar.
c.       Apakah kegiatan murid belajar menempuh beberapa kegiatan belajar sebagai akibat dari penggunaan multi metoda dan multi media yang dipergunakan guru, ataukah terbatas kepada satu kegiatan belajar saja ? Aneka ragam kegiatan belajar murid akan membawa banyak hasil yang diperoleh anak sehingga dapat mencapai suatu hasil yang komprehensif dan terpadu bagi pribadinya. Seorang murid tidak hanya mengetahui fakta tetapi juga mengetahui bagaimana prosedur memperoleh fakta. Ini hanya bisa dicapai bila murid melakukan berbagai kegiatan belajar. Dengan penggunaan berbagai metoda dan media, akan besar pengaruhnya terhadap penguatan konsep diri bagi seorang anak serta menghindari terjadinya pola kegiatan belajar mengajar yang verbalistik, yang hanya menyebabkan siswa jenih serta terbatas pemikirannya, bahkan tidak menutup kemungkinan merendahkan/mengurangi motivasi/ minat belajar siswa.

d.      Apakah murid mempunyai kesempatan untuk mengontrol dan menilai sendiri hasil belajar yang dicapainya, ataukah ia tidak mengetahui apakah yang ia lakukan itu benar atau salah. Pengajaran adalah proses menumbuhkan kegiatan mandiri pada anak, artinya ia sendiri yang belajar dan ia sendiri yang menilai dirinya apakah ia benar ataukah salah, apakah ia telah melakukan pekerjaan dengan tepat atau tidak.
Jika ia salah ia harus dapat memperbaikinya dapat memecahkan persoalannya. Dengan adanya kesempatan mengontrol kemampuan dan atau usaha atas hasil yang dilakukan siswa yang bersangkutan kemungkinan ia dapat menemukan strategi sekaligus alternatif sendiri sehingga memungkinakan untuk dapat mengembangkan kreativitas yang beersangkutan.
e.   Apakah proses pengajarn dapat melibatkan semua murid dalam kelas ataukah hanya murid tertentu yang aktif belajar. Interaksi dinamis antara guru-murid, murid dengan murid merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan pengajaran yang berhasil dengan tidak mengesampingkan adanya perbedaan individual dalam kemampuan dan minatnya, proses pengajaran haruslah memberi kesempatan pada setiap anak melakukan kegiatan belajar sesuai dengan kapasitasnya. Hal ini mendasarkan pada sebuah konsepsi bahwa, dengan proses belajar mengajar bagaimana anak mampu belajar/mempelajari materi yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebelumnya.       
f.    Apakah suasana proses pengajaran atau proses pembelajaran cukup menyenangkan dan merangsang murid belajar atau suasana yang mencemaskan, menakutkan murid dalam belajar ? Biasanya disiplin yang kaku, kurang mendorong keberanian murid belajar malah sebaliknya. Berbeda halnya dengan disiplin yang bebas tapi terkendali banyak menciptakan suasana yang menyenangkan murid dalam melakukan kegiatan belajar. Itulah sebabnya guru harus bijaksana dalam mengelola kelas agar tercipta iklim belajar yang baik, sehingga murid merasa aman, tenang dan menyenangnkan. Suasana yang demikian jelas akan besar pengaruhnya terhadap keberhasilan proses belajar mengajar.
g.   Apakah kelas memiliki sarana belajar yang cukup kaya sehingga menjadi labolatorium  belajar ataukan kelas yang hampa dan miskin dengan sarana belajar sehingga tidak memungkinakan murid melakukan kegaitan belajar yang optimal ? Kelas yang miskin dengan sumber belajar menyebakan belajar murid tergantung pada kegiatan guru semata-mata, misalnya mendengarkan penjelasan guru saja, atau menjawab pertanyaan guru semata-mata. Kegiatan belajar murid menjadi terbatas dan akhirnya menjemukan murid. Suasana seperti ini mustahil memperoleh keberhasilan dalam proses pembelajaran.
Mengkaji persoalan-persoalan di atas menunjukan bahwa keberhasilan proses belajar mengajar banyak dipengaruhi oleh variable-variabel yang datang dari pribadi anak itu sendiri, usaha guru dalam menyediakan dan menciptakan kondisi pengajaran, serta variable lingkungan terutama sarana dan iklim yang memadai untuk tubmuhnya proses pengajaran. Keterpaduan dari tiga variable di atas merupakan kunci dari keberhasilan pengajaran ditinjau dari sudut prosesnya. Dengan ketiga variable tersebut seorang guru akan mampu memberi dan atau membimbing proses pembelajaran dengan baik dan bijaksana.
Reaksi: 

Related

Pendidikan 6130766845768229509

Posting Komentar

Layanan komentar untuk blog orangmajalengka. Silakan tulis komentar Anda di bawah

emo-but-icon

Follow Us

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item